Lampard: Chelsea Tak Sekuat Dahulu

Senin, 26 Maret 2012 0 komentar


Bola.net - Frank Lampard menunjukkan sedikit kekecewaan terhadap timnya. Gelandang Chelsea itu beranggapan bahwa The Blues yang sekarang tidaklah sekuat The Blues yang dahulu.

Chelsea sekarang tengah tertinggal lima poin dari Tottenham dalam perburuan peringkat empat klasemen sekaligus tiket ke Liga Champions musim depan. Di pertandingan terakhirnya, mereka bahkan hanya sanggup bermain imbang tanpa gol kala menjamu Tottenham.

"Melihat jadwal dan posisi kami di klasemen, harus diakui bahwa kami tidaklah sekuat dahulu," ujar Lampard. "Kami pernah jadi tim yang sangat ditakuti jika bermain di kandang, tapi sekarang tidak lagi. Ini harus segera diperbaiki."

"Derby melawan Tottenham memang sulit, tapi kami seharusnya bermain seperti saat mengalahkan Napoli."

"Chelsea seharusnya berada di empat besar. Bukan saya meremehkan klub-klub lain, tapi dengan kualitas yang kami punya, seharusnya di situlah kami berada saat ini."

Dengan delapan laga tersisa, Lampard sadar bahwa sedikit kelengahan saja dapat membahayakan tujuan mereka.

"Kami harus menganggap semua pertandingan yang menghadang sebagai pertandingan knockout. Kalah sekali saja, selisih poin akan melebar."

"Mulai sekarang, kami tidak boleh lagi melakukan kesalahan," pungkasnya. (sky/gia)

Conte: Gelar Juara di Tangan Milan

0 komentar


Bola.net - Pelatih Juventus, Antonio Conte berusaha melemparkan beban tekanan pada AC Milan dengan menyebut peluang juara musim ini masih berada di tangan sang rival.

Bianconeri menjaga selisih empat poin dengan Rossoneri di puncak klasemen Serie A, berkat kemenangan mutlak 2-0 atas Inter Milan di partai Derby d'Italia dini hari tadi WIB.

Dan dengan sembilan laga tersisa menuju akhir musim, Conte tak ingin timnya terperangkap harapan palsu.

"Seberapa besar kami yakin dalam perburuan gelar juara? Itu ada di tangan Milan sekarang," kata Conte.

"Saya tak ingin membuat geram siapapun, namun saya berusaha objektif. Rossoneri sudah membuktikan jika mereka memiliki kekuatan yang begitu besar dalam kedalaman tim, sehingga mereka bisa terus tampil bagus meski melalui badai cedera."

"Sebagaimana hari ini, Milan adalah tim terkuat di Italia dan saya harap mereka akan bermain baik melawan Barcelona di perempat final Liga Champions (tengah pekan ini)," tutup eks pelatih Siena itu. (foti/row)

Inter Milan (Internazionale Milan)

0 komentar


Bola.net - Inter Milan berdiri pada 9 Maret 1908 dan namanya merupakan pecahan dari "Klub Kriket dan Sepak Bola Milan" (Milan Criket and Football). Sempat mengganti namanya menjadi Ambrosiana-Inter. Trophy pertama Inter Milan diperoleh di tahun 1910 dan Inter pertama kali memenangkan Copa Italia (Piala Italia) di tahun 1940.



DATA

Nama lengkap : Football Club Internazionale Milano

Nama julukan : Nerazzurri

Berdiri : 1908

Stadion : San Siro, Milan-Italia, kapasitas 85,700

Kostum : Biru-Hitam (Kandang), Putih-Putih (Tandang)

Presiden : Massimo Moratti

Pelatih : Claudio Ranieri



PEMAIN MUSIM 2011-2012

Kiper:

1 Julio Cesar
12 Luca Castellazzi
21 Paolo Orlandoni
33 Emiliano Viviano

Bek:

2 Ivan Cordoba
4 Javier Zanetti (captain)
6 Lucio
13 Maicon
23 Andrea Ranocchia
25 Walter Samuel
26 Luca Caldirola
37 Marco Davide Faraoni
42 Jonathan
55 Yuto Nagatomo

Gelandang:

5 Dejan Stankovic
8 Thiago Motta
10 Wesley Sneijder
11 Ricardo Álvarez
18 Andrea Poli
19 Esteban Cambiasso
20 Joel Chukwuma Obi
29 Philippe Coutinho
77 Sulley Muntari

Penyerang:

7 Giampaolo Pazzini
9 Diego Forlan
22 Diego Milito
28 Mauro Zarate

PRESTASI

Juara Serie A (17 kali): 1909–10; 1919–20; 1929–30; 1937–38; 1939–40; 1952–53; 1953–54; 1962–63; 1964–65; 1965–66; 1970–71; 1979–80; 1988–89; 2005–06; 2006–07; 2007-08; 2008-2009.

Juara Coppa Italia (5 kali): 1938–39; 1977–78; 1981–82; 2004–05; 2005–06

Supercoppa Italiana (4 kali): 1989; 2005; 2006; 2008

UEFA Champions League (2 kali): 1963–64; 1964–65

Piala UEFA (3 kali): 1990–91; 1993–94; 1997–98

Intercontinental Cup (2 kali): 1964; 1965 (bola/row)

AC Milan (Associazione Calcio Milan)

0 komentar


Bola.net - Klub ini didirikan 1899 dengan nama "Klub Kriket dan Sepak bola Milan" (Milan Cricket and Football Club) oleh orang Inggris bernama Alfred Edwards. Kemudian menjadi Associazione Calcio Milan atau lebih dikenal dengan nama AC Milan atau hanya Milan saja, bukan Milano. Rossoneri merupakan julukan AC Milan, dengan seragam kebanggaannya yang berwarna merah-Hitam, AC Milan adalah salah satu tim yang paling berprestasi di Italia, selain Juventus dan Inter Milan.

Liga Italia musim 2006/07 ini merupakan musim yang terberat untuk AC Milan, karena AC Milan telah terbukti terlibat dengan skandal mafia wasit dan pengaturan hasil (skor) pertandingan atau dikenal dengan istilah Calciopoli. AC Milan dihukum dengan pengurangan 44 point di musim 2005/06 lalu, sehingga AC Milan kehilangan kesempatan untuk mengikuti Liga Champions. Tidak itu saja tetapi AC Milan akan mengawali Serie A musim 2006/07 dengan point awal -15.

DATA

Nama lengkap: Associazione Calcio Milan 1899 SpA

Julukan : Rossoneri (Merah-Hitam)

Didirikan : 1899

Stadion : San Siro,Milan-Italia, kapasitas 80,018

Kostum : Garis Merah Hitam-Hitam (Kandang), Putih-Putih (Tandang), Hitam-Hitam (Tandang)

Pemilik Klub : Silvio Berlusconi

Pelatih : Massimiliano Allegri

PEMAIN MUSIM 2011-2012

Kiper:

1 Marco Amelia

30 Flavio Roma

32 Christian Abbiati

Bek:

2 Taye Taiwo

5 Philippe Mexes

13 Alessandro Nesta

15 Gianluca Zambrotta

18 Marek Jankulovski

25 Daniele Bonera

33 Thiago Silva

76 Mario Yepes

77 Luca Antonini

Gelandang:

4 Mark van Bommel

8 Gennaro Gattuso

10 Clarence Seedorf

16 Mathieu Flamini

17 Alberto Aquilani

20 Ignazio Abate

22 Antonio Nocerino

23 Massimo Ambrosini (captain)

27 Kevin-Prince Boateng

28 Urby Emanuelson

Penyerang:

7 Alexandre Pato

9 Filippo Inzaghi

11 Zlatan Ibrahimovic

70 Robinho

92 Stephan El Shaarawy

99 Antonio Cassano

PRESTASI

1. Seri A: 18 kali (1901, 1906, 1907, 1950-51, 1954-55, 1956-57, 1958-59, 1961-62, 1967-68, 1978-79, 1987-88, 1991-92, 1992-93, 1993-94, 1995-96, 1998-99, 2003-2004, 2010-2011)

2. Piala/Liga Champions: 7 kali (1962-63, 1968-69, 1988-89, 1989-90, 1993-94, 2002-03, 2006–07)

3. Piala Italia: 5 kali (1966-67, 1971-72, 1972-73, 1976-77. 2002-03)

4. Piala Super Italia: 6 kali (1988, 1992, 1993, 1994, 2004, 2011)

5. FIFA Club World Cup: 2007

5. Piala Interkontinental: 3 kali (1969, 1989, 1990)

6. Piala Super Eropa: 5 kali (1989, 1990, 1994, 2003; 2007)

7. Piala Winners: 2 kali (1967-68, 1972-73)

8. Piala Latin: 2 kali (1951, 1956)

Piala yang paling penting bagi klub-klub Eropa pada tahun 40-an dan 50-an. Diselenggarakan sejak 1949 hingga 1957 antara juara-juara Perancis, Italia, Portugal dan Spanyol. Kejuaraan ini menghilang setelah dimulainya Piala Champions.)

9. Piala Mitropa (1981/82) (bola/row)

Ranieri: Inter 'Game Over' Sejak Gol Pertama Juve

0 komentar


Bola.net - Menanggapi kekalahan 0-2 Internazionale atas tuan rumah Juventus, Senin (26/3), pelatih Claudio Ranieri menyatakan bahwa timnya sudah game over sejak kebobolan gol pertama.

Inter memiliki sejumlah peluang emas di babak pertama, tapi gagal memecah kebuntuan 'berkat' penampilan luar biasa Gianluigi Buffon dalam mengawal mistar Juventus. Kemudian, mereka takluk oleh gol Martin Caceres dan Alessandro Del Piero.

"Banyak yang disesali dari pertandingan ini, apalagi jika melihat gencarnya serangan kami sebelum kebobolan gol pertama lewat set piece. Hanya ada empat pemain Juventus di area penalti, tapi kami teralihkan oleh Mirko Vucinic," tutur Ranieri.

"Andrea Poli yang seharusnya menjaga Vucinic, tapi perhatian Maicon teralihkan oleh striker Montenegro itu dan membiarkan Caceres tak terkawal. Sejak itu, pertandingan sudah berakhir bagi kami."

"Hasil ini sangat mengecewakan, karena kami bermain baik dan sanggup mendominasi di babak pertama."

"Buffon adalah man of the match di laga itu," imbuh Ranieri.

"Selisih poin dengan zona Eropa memang semakin lebar, apalagi musim sudah hampir habis, tapi kami tetap takkan menyerah hingga akhir," pungkas Ranieri. (foti/gia)

Review: Juventus Pukul Inter di Derby d'Italia

0 komentar


Bola.net - Keperkasaan Gianluigi Buffon di bawah mistar plus sumbangan gol Martin Caceres dan Alessandro Del Piero bawa Juventus menangi Derby d'Italia melawan Internazionale dengan skor 2-0, Senin (26/3), untuk memastikan diri sebagai satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Serie A musim ini.

Hasil ini membuat Juventus berhasil menjaga selisih empat angka dengan sang pemuncak klasemen sementara, AC Milan.

Buffon menjadi sosok yang paling menonjol sepanjang babak pertama berkat kepiawaiannya mementahkan sejumlah peluang gol Inter lewat Milito, Obi hingga Stankovic. Sementara itu, Bianconeri sendiri kurang memberikan ancaman untuk gawang Julio Cesar.

Pada menit 53, Juventus melakukan dua pergantian pemain sekaligus. Bonucci masuk menggantikan Pepe, sedangkan Del Piero mengisi tempat Matri, yang gagal memaksimalkan sejumlah peluang sebelumnya.

Hasilnya instan! Hanya empat menit setelah itu, pada menit ke-57, Juventus berhasil memecah kebuntuan. Tendangan sudut yang diarahkan Andrea Pirlo ke tengah area penalti Inter disambut dengan tandukan oleh Caceres yang tak terkawal di depan gawang. 1-0 untuk tuan rumah, dan Cesar terlihat kecewa dengan lini pertahanannya.

Pada menit ke-71, Juventus menggandakan keunggulan. Arturo Vidal melepaskan sebuah umpan terobosan ke sisi kanan kotak penalti, dan dikonversi menjadi gol oleh Del Piero, yang menempatkan bola di luar jangkauan Cesar setelah melesat di antara tiga pemain bertahan Inter.

Kemenangan ini tak lepas dari keputusan pelatih Antonio Conte mengganti formasi 4-3-3 di babak pertama menjadi 3-5-2 di babak kedua.

Statistik Juventus - Inter
Shot (on goal): 19 (12) - 12 (6)
Pelanggaran: 8 - 11
Tendangan sudut: 8 - 5
Offside: 2 - 1
Penguasaan bola: 61 % - 39 %
Kartu kuning: 1 - 2
Kartu merah: 0 - 0
Penyelamatan: 6 - 10

Susunan pemain Juventus: Buffon, Caceres, Barzagli, Chiellini, De Ceglie; Vidal, Pirlo, Marchisio; Pepe, Matri, Vucinic.
Cadangan: Storari, Bonucci, Marrone, Padoin, Del Piero, Quagliarella, Borriello.

Susunan pemain Inter: Julio Cesar; Maicon, Lucio, Samuel, Nagatomo; Zanetti, Stankovic; Poli, Obi; Forlan, Milito.
Cadangan: Castellazzi, Ranocchia, Chivu, Faraoni, Cambiasso, Guarin, Pazzini.

Hasil ini membuat Juventus tetap menempel ketat Milan dalam perburuan Scudetto musim ini, sedangkan Inter terperosok ke peringkat delapan dengan 41 poin dan terancam kesulitan menembus zona Eropa. (bola/gia)

Pemain Terbaik Liga Premier? Owen Pilih RVP

0 komentar


Bola.net - Penyerang Manchester United, Michael Owen punya pilihan sendiri untuk pemain terbaik Liga Premier musim ini yakni kapten Arsenal, Robin Van Persie.

Pemain asal Belanda itu sudah menunjukkan kehebatannya musim ini dengan mencetak 26 gol di pentas liga dan membantu The Gunners merangsek ke posisi ketiga klasemen, padahal di awal musim Arsenal sempat berkutat di papan bawah.

Dan lewat akun Twitter miliknya, eks penyerang Liverpool itu mengutarakan opininya tentang pemain terbaik, tim terbaik bahkan starting eleven terbaik Liga Premier musim ini.

"Pemain terbaik musim ini? Saya pilih Robin Van Persie. Seorang pemenang yang menonjol dalam opini saya," tulisnya.

"Hasil yang bagus lagi dari Newcastle hari ini. Tim terbaik? Ada beberapa kandidat, tapi merekalah pilihan saya sejauh ini. Newcastle, Swansea, Norwich, Spurs secara urut adalah empat tim teratas pilihan saja sejauh ini."

"Pemain muda terbaik? Pilihan yang sulit. Usianya harus 23 tahun atau kurang. Saya pilih Tim Krul (kiper Newcastle)."

Sementara untuk pilihan starting eleven terbaik, Owen yang berdasar aturan tak bisa memilih pemain United, akhirnya mengajukan nama mantan rekan setimnya di Newcastle, Fabricio Coloccini, Cheikh Tiote dan Demba Ba bersama Joe Hart, Kyle Walker, Vincent Kompany, Leighton Baines, David Silva, Scott Parker, Gareth Bale dan Van Persie. (gl/row)